Monday, August 21, 2017

Pengertian definisi komunikasi antarpribadi

Komunikasi antarpribadi sering disebut dengan dyadic communication maksudnya adalah komunikasi antar dua orang, terjadi kontak langsung dalam bentuk percakapan. Komunikasi jenis ini bisa berlangsung secara berhadapan muka (face of face) bisa juga melalui media seperti telephon. Ciri khas komunikasi antar pribadi adaalah sifatnya yang dua arah atau timbal balik  (two ways communication). Apabila dua orang individu atau lebih terlibat dalam uatu percakapan dan terdapat adanya kesamaan makna dari apa yang mereka percakapkan, maka dapat dikatakan bahwa komunikasi antarpribadi cukup epektif untuk mengubah prilaku orang lain. Segi epektifnya adalah adanya arus balik langsung yangdapat ditangkap komunikator, maupun secara nonverbal dalam bentuk gerak-gerik seperti anggukan, gelengan kepala, kedipan mata, dan sebagainya. Komunikasi antar pribadi adalah proses penyampaian panduan pikiran dan perasaan seseorang kepada orang lain agar mengetahui, mengerti, atau melakukan kegiatan tertenttu.

Pengertian definisi komunikasi antarpribadi

Komunikasi antarpribadi mempunyai berbagai macam manfaat diantaranya sebagai berikut :
a. Melalui komunikasi antar pribadi kita dapat mengenal diri kita sendiri dan orang lain
b. Melalui komunikasi antarpribadi kita bisa mengetahui dunia luar
c. Melalui komunikasi antarpribadi kita bisa menjalin hubungan yang lebih bermakna
d. Melalui komunikasi antarpribadi kita bisa melepas ketegangan
e. Melalui komuniikasi antarpribadi kita bisa merubah nilai-nilai dan sikap hidup seseorang
f. Melalui komunikasi antarpribadi seseorang dapat memperoleh hiburan dan menghibur orang lain.

Komunikasi antarpribadi sebenarnya merupakan suatu proses sosial yang memberikan lima ciri komunikasi antarpribadi, untuk memudahkan atau memperjelas pengertianya seperti berikut :

1. OPENES ( keterbuukaan)
Kedua belah pihak baik kkomunikator maupun komunikan saling mengungkapkan ide, dan gagasan secara terbuka tanpa rassa takut dan malu.  Keduanya saling menggerti dan memahami pribadi masing-masing

2. EMPHATY (empati)
Komunikator dan komunikan meraskan situasi dan kondisi yang dialami meraka tanpa berpura-pura. Keduanya mmenanggapi apa-apa yang dikomunikasikan dengan penuh perhaatan. Empati adalah kemampuan seseorang untuk memproyeksikan dirinya kepada peranan orang lain. Apabila kkomunikator atau komunikan atau kedua-duanya (dalam situasi heteophilt) mepunyyai kemampuan untuk melakukan empati satu sam lain, kemungkinan besar akan terdapat komunikasi yyang epektif.

3. SUPPORTIVEENES (dukungan)
Baik komunikator maupun komunikaan saling meberikan dukungan terhadaap seetiap pendapat, ide, ataupun gagasan yang disampaikan. Dengan begitu, keinginan yang ada dimonivasi untuk mencapainya. Dukungan menjadikan orang lebih semangat untuk meaksanakan aktivitas dan meraih tujuan yang diharapkan.

4. EQUALITY (kesamaan)
Adanya kesamaan baik dalam hal pandangan sikap, usia, dan lain-lain mengakibatkan suatu komunikasi akan lebih akrab dan jalinan anttarpribadi pun akan lebih kuat.

PROSES KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
Komunikasi antar pribadi adalah prosess pengiriman dan penerimaan pesan antar dua orang, atau diantar sekelompok kecil dengan orang-orang atau beberaapa efek umpan balik seketika. Apabila kiita perhatikan batasan komunikasi antar pribadi dari devito, maka kita dapat melihat elemen-elemen apasaja yang terkandung didalamnya. Dengan menguraikan elemen-elemen yang ada itu, dapatlah diuraikan proses-proses komunikasi antarpribadi, yaitu sebagai berikut :

a. Adanya pessan 
Pesan adalah semua bentuk komunikasi baik verbal maupun nonverbal. Bentuk pesan dapat bersifat sebagai berikut :
1. Informatif : Memberikan keterangan daan komunikan membuat persepsi sendir 
2. Fersuasif : Bujukan untuk mebangkitkan pengertian, dan kesadaran sehingga terjadi perubahan pada pendapat atau sikap.
3. Koersif : Memaksa dengan ancaman sanksi biasanya berupa perintah

b. Adanya orang-orang atau sekelompok kecil orang-orang
Apabila seseorang berkomunikasi paling sedikit akan meelibatkan dua orang tetapi mungkin juga akan melibatkan sekelompok kecil orang.

c. Adanya penerimaan pesan  (komunikan)
Penerimaan adalah bahwa dalam suatu komunikasi antarpribadi, tentu pesan-pesan yang dikirimkan oleh seseorang harus dapt diterima oleh orang lain. Misalnya, kita berbicara dengan seseorang yang sedang mendengarkan telepho dan musik tertentu, sudah tentu komuikasi kita akan sukar atau tidak dapat diterima oleh orang tersebut. Dengan demikian, komunikasi antarpribadi tidak akan terjadi.

d. Adanya efek
Dalam suatu komunikasi tentu akan terjadi beberapaa efek. Efek mungkin berupa suatu persetujuan mutlak atau ketiak setujuan mutlak, atau mungkin berupa pengertian mutlak dan pengertian tidak mutlak. Dengan demikian sipenerima tentu akan terpengaruh pula oleh pengiriman pesan oleh komunikator.
Baca juga : Perkembangan fisik remaja


Saturday, August 19, 2017

Manfaat dan tujuan komunikasi

Salah satu tujuan utama komunikasi menyangkut penemuan diri (personal discovery). Jika anda berkomunikasi dengan orang lain, anda belajar mengenai diri sendiri selain juga tentang orang lain. Kenyataanya, persepssi diri anda sebagai besar dihasilkan dari apa yang telah anda pelajari tentang diri sendiri dari orang lain selama komunikasi, khususnya dalam perjumpaan-perjumpaan antar pribadi.

Manfaat dan tujuan komunikasi

Dengan berbicara tentang diri kita sendiri dengan orang lain, kita memperoleh umpan balik yang berharga mengenai perasaan, pemikiran, dan prilaku kita. Dari perjumpaan saat ini kita menyadari, misalnya bahwa perasaan kita ternyata tidak jauh berbeda dengan perasaan orang lain.

1. Untuk berhubungan
Salah satu motivasi kita yang paling kuat adalah berhubungan dengan orang lain (membina dan memelihara hubungan dengan orang lain). Kita merasa ingin dicintai dan disukai, dan kemudian kita juga ingin mencintai dan menyukai orang lain. Kita banyak menghabiskan banyak waktu dan energi komunikasi kita untuk membina dan memelihara hubungan sosial. Anda berkomunikasi dengan teman dekat di sekolah, di kantor, dan barang kali melalui telpon. Anda berbincang-bincang dengan orang tua, anak-anak, dan saudara anda.

2. Untuk meyakinkan
Media masa ada sebagai besar untuk meyakinkan kita agar mengubah sikap dan prilaku kita. Media dapat hidup karena adanya dana dari iklan, yang diarahkan untuk mendorong kita membeli berbagai produk. Sekarang ini mungkin anda lebih banyak bertindak sebagai konsumen daripada sebagai penyampai pesan melalui media, tetapi tidak lama lagi barangkali andalah yang akan merancang pesan-pesan itu. Tetapi kita juga menghabiskan banyak waktu untuk melakukan persuasi antarpribadi baik sebagai sumber maupun sebagai penerima. Daftar ini bisa sangat panjang memang sedikit saja dari komunikasi antarpribadi kita yang tidak berupaaya mengubah sikap atau prilaku.

3. Untuk bermain
Kita menggunakan banyak prilaku komunikasi kita untuk bermain dan menghibur diri. Kita mendengarkan pelawak, pembicara, musik, dan film sebagai besar untuk hiburan. Demikian pula banyak dari prilaku komunikasi kita dirancang untuk menghibur orang lain (menceritakan lelucon mengutarakan sesuatu yang baru, dan mengaitkan cerita-cerita menarik). Adakalanya hiburan ini, merupakan tujuan akhir, tetapi adakalanya ini merupakan cara untuk mengikat perhatian orang lain sehingga dapat mencapai tujuan-tujuan lain.

Tentu saja komunikasi bukan hanya ini masih banyak tujuan komunikasi yang lain, tetapi ketiga tujuan diatas terebut tampaknya merupakan tujuan yang utama. Selanjtnya tidak ada tindakan komunikasi yang didorong oleh satu faktor sebab tunggal tampaknya tidak ada di dunia ini. Oleh karenanya, setiap komunikasi barangkali didorong oleh kombinasi beberapa tujuan bukan hanya satu tujuan.
Baca juga : Definisi komunikasi antarpribadi

Friday, August 18, 2017

Pengertian komunikasi dan tujuan komunikas

Pengertian komunikasi sudah banyak didefinisikan oleh banyak orang, jumlahnya sebanyak orang-orang yang mendefinisikan. Dari banyak pengertian tersebut jika dianalisis, pada perinsifnya dapat disimpulkan bahwa komunikasi mengacu pada tindakan satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terditrosi oleh gangguan (noise), terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, dan kesempatan untuk melakukan umpan balik.

Pengertian komunikasi dan tujuan komunikas

KOMPONEN KOMUNIKASI

a. Lingkungan komunikasi
Lingkungan (konteks) komunikasi setidak-tidaknya memiliki tiga dimensi :
1) Fisik adalah ruang komunikasi yang berlangsung nyata atau wujud
2) Sosial-psikologis, meliputi misalnya tata hubungan status diantara mereka yang terlibat, peran yang dijalankan orang, serta aturan budaya masyarakat tempat mereka berkomunikasi. Lingkungan atau konteks ini juga mencakup rasa persahabatan atau permusuhan, formalitas atau informalitas, serius atau senda gurau.
3) Temporal (waktu) mencakup waktu dalam hitungan jam, hari, atau sejarah komunikasi berlangsung.

b. Sumber penerima
Kita menggunakan istilah sumber penerima sebagai satu kesatuan yang tidak terpisah untuk menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat dalam komunikasi adalah sumber (atau pembicara) sekaligus penerima (atau pendengar). Anda mengirim pesan ketika anda berbicara, menulis, atau memberikan isyarat tubuh. Anda menerima pesan dengan mendengarkan, membaca, membaui, dan sebagainya.

c. Enkoding dekoding
Dalam ilmu komunikasi, kita menandai tindakan menghasilkan pesan (misalnya, berbicara atau menulis) sebagai enkoding (encoding). Dengan menuangkan gagasan-gagasan kita kedalam gelombang suara atau gelombang kertas, kita menjelmakan gagasan-gagasan tadi ke dalam kode tertentu. Jadi kita melakukan enkoding.
Kita menamai tindakan menerima pesan (misalnya, mendengarkan atau membaca) sebagai dekoding (decoding). Dengan menerjemahkan gelombang suara atau kata-kata diatas kertas menjadi gagasan, anda menguraikan kode tadi, jadi anda melakukan dekoding.

d. Kompetensi komunikasi
Kompetensi komunikasimengacu pada kemampuan anda utuk berkomunikasi secara efektif (spitzberg dan cupach, 1989). Kompetensi ini mencakup hal-hal seperti pengetahuan tentang peran lingkungan (konteks) dalam mempengaruhi kandungan (content) dan bentuk pesan komunikasi (misalnya, pengetahuan bahwa suatu topik mungkin layak dikomunikasikan kepada pendengar tertentu di lingkungan tertentu, tapi mungkin tidak layak bagi pendengar dan lingkungan yang lain). Pengetahuan tentang tatacara prilaku nonverbal (misalnya kepatutan sentuhan, suara yang keras, serta kedekatan fisik) juga merupakan bagian dari kompetensi komunikasi.

e. Pesan
Pesan komunikas dapat mempunyai banyak bentuk. kita mengirimkan dan menerima pesan ini melalui salah satu atau kombinasi tertentu dari panca indra kita. Walaupun biasanya kita menganggap pesan selalu dalam bentuk verbal (lisan atau tertulis), ini bukan satu-satunya jenis pesan. Kita juga berkomunikasi secara nonverbal (tanpa kata) sebagai contoh, busan yang kita kenakan, seperti juga kita bberjalan, berjabatan tangan, menggelengkan kepala, menyisir rambut,  duduk, dan tersenyum. Pendeknya, segala hal yang kita ungkapkan.
Baca juga : Manfaat dan tujuan komunikasi